.
headerphoto

Ritel Siap Tampung 30 Persen Produk UMKM

Selasa, 16 Februari 2010 11:00:32 - oleh : admin
Ritel Siap Tampung 30 Persen Produk UMKM

Pengusaha ritel nasional tak keberatan menambah pasokan produknya yang berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga mencapai 30 persen. Namun, pemerintah diminta untuk membantu UMKM memperbaiki standar mutu dan kualitas pengemasan produknya

 

Kesiapan ritel menampung produk UMKM itu disampai kan oleh Ketua Umum Peng usaha Ritel Indonesia (Ap rin do), Benjamin J Mailool. Ke bi jakan ini diharapkannya dapat membantu UMKM untuk memperluas produknya. ''Kami menyambut baik peningkatan pemasok dari UMKM,'' ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Benjamin berjanji akan mengajak asosiasi yang dipimpinnya un tuk bekerja sama dengan UMKM khususnya untuk memperbaiki kemasan (packaging) pro duk UMKM dan pem biayaannya. Dia juga berjanji bakal mem berikan perlakuan khusus bagi pemasok UMKM seperti adanya kebebasan pendaftaran menjadi pemasok dan tata cara pembayarannya. ''Ritel bukan hanya pedagang, tapi juga distributor,'' ujarnya.

Semua upaya tersebut, Ben jamin harapkan dapat meningkatkan semangat keberpihakan kepada UMKM dan produk buat an negeri sendiri. Kian be sarnya produk UMKM yang di tampung ritel, lanjutnya, juga akan memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih produk yang dibelinya. ''Jaringan toko kami ada 10 ribu di seluruh Indonesia. Kami optimis tis 30 persen ini bisa dicapai,'' yakinnya.

Hanya saja, Benjamin menyatakan, nantinya tidak seka ligus UMKM dapat masuk dan men jual produknya di ritel modern. Dia berharap pemerintah ju ga memberikan perhatian khusus kepada UMKM dalam pe ningkatan kualitas kemasan serta standar mutunya. UMKM, ujarnya, perlu terus mening kat kan kualitas kesehatan, kemasan, merek, label, dan mutu produknya.

Kesiapan ritel modern me nam bah pasokan produk UM KM tak lepas dari tantangan yang diberi kan Menteri Per dagangan Mari Elka Pangestu. Sebelumnya, Men dag menantang peritel untuk me naik kan pasokan produk UMKM yang saat ini berkisar 10 persen men jadi 30 persen. ''Saya kasih tantangan untuk peritel, kalau saat ini kira-kira ada 10 persen ba rang UKM di seluruh hipermarket, kita ting katkan jadi 30 per sen,'' katanya.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ngadiran, menyambut baik kesanggupan ritel modern menampung produk UMKM hingga 30 persen. Namun, dia menganggap, diperlukan adanya bimbingan secara intensif mengenai standardisasi serta ban tuan permodalan bagi pe ng usaha pasar tradisional agar dapat memasok secara ber ke sinambungan.

Ngadiran mengungkapkan, kesu litann bagi UMKM dan pedagang pasar yang dirasakan selama ini adalah mendapatkan sertifikasi dari ritel agar bisa me masok barang nya. ''Peda gang pasar dan UMKM membu tuhkan bimbingan teknis ter kait standar yang dipatok oleh ritel, seperti pengemasan dan kua litas barang,'' ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (14/2).

Selain itu, Ngadiran melanjutkan, bantuan permodalan juga sangat dibutuhkan agar pe dagang pasar dan UMKM dapat memenuhi target produksi yang diminta oleh pengusaha ritel. Menurutnya, pedagang pasar dan UMKM masih kerap kesulitan mengakses modal di bank karena tak mempunyai agunan. Karena itu, dia akan berkomunikasi dengan asosiasi pengusaha ritel agar mempermudah syarat dan standardisasi barang. ''Semoga nantinya ada jalan keluar terkait hal ini,"harapnya. (ans)

Sumber : republika.co.id

Berita "Artikel UMKM" Lainnya


Direktori Berita

Direktori Promosi

Polling

Koneksi Internet yang anda gunakan ??


 

Pesan Singkat

Kalender Kegiatan

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Random Links

L B K N

View : 28 x hits
Join : 25-Jun-2009 21:41:14

Arsip Berita

Tag Berita

Pengumuman

BERISI PENGUMUMAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERINTAHAN EKON

Partner