UMKM Serap 70 Persen Tenaga Kerja

katan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) membidik kelahiran sejumlah kebijakan baru mengenai usaha mikro kecil menengah dalam Sidang Pleno ISEI XIV yang akan dilaksanakan 20-22 Juli 2010 mendatang.
Kebijakan baru tersebut dirasakan mendesak keberadaannya mengingat semakin ketatnya persaingan dengan produk impor setelah pemberlakuan perdagangan bebas.
”UMKM memiliki peranan sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Lebih dari 90 persen usaha merupakan UMKM yang menyerap sekitar 70 persen tenaga kerja. Artinya, jika UMKM kuat, fundamental ekonomi Indonesia pun akan kuat karena sektor riil bergerak,” ujar Ketua ISEI Cabang Bandung Koordinator Jabar Ina Primiana.
Ina menambahkan, perkembangan dan pertumbuhan UMKM pun tentunya akan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila bisa dioptimalkan. Sayangnya, menurut Ina, pengaruh besar dari UMKM pada perekonomian bangsa itu belum mendapat perhatian yang sesuai. Hal itu tampak dari masih parsialnya sejumlah kebijakan pemerintah terkait dengan pengembangan UMKM.
Oleh karena itu, Ina mengungkapkan, mengusung tema Revitalisasi UMKM untuk Menggerakkan Perekonomian Nasional pada Sidang Pleno ISEI di Bandung, akan dipaparkan hasil survei ISEI terhadap sejumlah pelaku UMKM di lima provinsi di Indonesia. Kelima provinsi itu, yakni Jawa Barat, Bali, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, dan Yogyakarta.
”Survei dilakukan untuk mengetahui profil terkini UMKM agar dapat diketahui berbagai kekuatan dan kelemahan. Baik yang sifatnya generik maupun yang sifatnya khusus,” kata Ina.
Rencananya, hasil survei itu dipaparkan kepada sejumlah menteri yang terkait dengan pengembangan dan pertumbuhan UMKM. (ans)
Sumber : pikiran-rakyat.com
Video Streaming








