.
headerphoto

6 Perusahaan Australia investasi pembibitan sapi

Senin, 29 Maret 2010 09:23:40 - oleh : admin
6 Perusahaan Australia investasi pembibitan sapi

JAKARTA (Bisnis.com): Enam perusahaan di Australia menandatangani nota kesepahaman  untuk berinvestasi pada pembibitan sapi di Indonesia sebagi bagin program swasembada daging di dalam negeri.

"Dari sembilan perusahaan tersebut enam perusahaan telah menandatangani MoU kerjasama business to business pada Jumat lalu pada saat berlangsungnya Konferensi Asosiasi Peternakan Northern Territory (NTCA) 2010 di Darwin, Australia," tutur  Menteri Pertanian Suswono usai kunjungan kerja ke Australia hari ini.

Enam perusahaan Australia yang menandatangani MOU dengan GAPSI adalah North Australian Cattle Company, Wellard Exports, South East Asia Livestock, Consolidated Pastoral Company, Austrex, dan Landmark Global.

Kesepakatan tersebut ditandatangani setelah para peserta NTCA mendengar presentasi promosi investasi dari tiga gubernur yakni  Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atufuri, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Badrul Munir.

Ketua Gabungan Pembibitan Sapi Indonesia (GAPSI) Adikelana Adiwoso menyatakan di luar enam perusahaan tersebut masih banyak perusahaan lainnya yang berminat. "Tiga perusahaan lagi sudah menyatakan minat bergabung."

GAPSI pada proyek pembibitan itu melibatkan enam perusahaan nasional yakni PT Santosa Agrindo, PT Agro Giri Perkasa, PT Lembu Jantan Perkasa, PT Kadila Lestari Jaya, PT Widodo Makmur, dan PT Bedikari United Livestock Indonesia.

Pada kesempatan itu, Mentan menegaskan Indonesia serius menjalankan program dan kebijakan swasembada daging sapi 2014. "Selama ini, Indonesia merupakan pasar besar dari sapi Australia. Jika para pengusaha di Australia tidak ingin kehilangan pasar maka mulai berinvestasi di tanah air saat ini juga," ujarnya.

Dia mengatakan meski saat ini pemerintah telah mendorong untuk mulai swasembada daging sapi tapi impor masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di dalam negeri yang terus meningkat."Impor dapat dilakukan asalkan tidak mendistorsi atau merusak harga sapi dalam negeri," ujarnya.

Suswono menyatakan jika pemerintah menerapkan pembatasan impor hal tersebut dikarenakan agar tidak terjadi kelebihan pasokan di dalam negeri sehingga merugikan peternak di tanah air. Suswono menambahkan pemerintah tidak gentar jika akibat berjalannya program swasembada daging sapi ini maka Australia dan Selandia Baru akan membatasi penjualan daging di ke tanah air.

"Saya tekankan jika Australia tidak mendukung program swasembada daging sapi melalui investasi pembibitan di dalam negeri, jangan salahkan jika kami [pemerintah] mengajak mitra negara lain. Saya yakin Australia juga tidak mau kehilangan pasar besarnya begitu saja dari Indonesia," ujarnya.

Bisnis mencatat sasaran produksi daging sapi dari 2010-2014 dipatok terjadi peningkatan. Pada 2010, produksi daging sapi ditargetkan 411.702 ton. 2011 sebesar 439.192 ton. 2012 mencapai 470.540 ton, 2013 sebanyak 506.127, dan pada 2014 tercapai sebanyak 545.621 ton.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana menuturkan langkah pemerintah menawarkan pada investor untuk usaha pembibitan di Indonesia sangat tepat. "Jika mengundang investor pada usaha penggemukan akan tidak tepat. Mengingat investor di dalam negeri sendiri banyak yang bersedia," ujarnya .(htr)

 

sumber : web.bisnis.com

Berita "Artikel UMKM" Lainnya


Direktori Berita

Direktori Promosi

Polling

Koneksi Internet yang anda gunakan ??


 

Pesan Singkat

Kalender Kegiatan

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Random Links

L B K N

View : 28 x hits
Join : 25-Jun-2009 21:41:14

Arsip Berita

Tag Berita

Pengumuman

BERISI PENGUMUMAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERINTAHAN EKON

Partner