BUMN Bina 65.000 UMKM
Badan usaha milik negara (BUMN) sudah membina sekitar 65.000 usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM) dalam program kemitraan.
BUMN juga sudah menggelontorkan dana untuk membantu masyarakat secara umum melalui program bina lingkungan.Selama ini, program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang dilaksanakan BUMN merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan [corporate social responsi-bility/CSR).Sesuai ketentuan yang ada, sejak 1989, BUMN menyisihkan 1 hingga 2 persen dari keuntungannya setiap tahun untuk CSR, khususnya PKBL Bahkan, saat ini sejumlah BUMN ada yang menyisihkan lebih dari 2 persen keuntungannya untuk CSR.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pemerintah akan terus mendorong BUMN untuk lebih memperhatikan pelaksanaan PKBL ini. Dana yang dialokasikan untuk PKBL ini terdiri dari dana bergulir (khususnya untuk program kemitraan) dan hibah (khusus untuk program bina lingkungan). Saat ini, dana PKBL BUMN sudah mencapai Rp 10 triliun yang penyalurannya dilakukan sendiri oleh BUMN bersangkutan dan dikoordinasikan."PKBL merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam bentuk kepedulian terhadap pemberdayaan UMKM, termasuk untuk masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan. Kementerian BUMN dan BUMN bersangkutan terus meningkatkan koordinasi dalam penyaluran dana PKBL," kata Mustafa di sela acara Gelar Karya PKBL BUMN 2O1T3 di Jakarta, kemarin.
Turut hadir Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, serta jajaran direksi sejumlah BUMN lainnya.Menurut dia, efektivitas penyaluran dana PKBL perlu ditingkatkan. Untuk itu. Kementerian BUMN
akan melakukan evaluasi dan kajian terkait sistem atau mekanisme penyaluran dana PKBL sehingga lebih efektif dan tepat sasaran. Dalam hal ini, penyaluran dana PKBL harus lebih terukur dengan mengusung skala prioritas, khususnya terkait penajaman program bantuan untuk UMKM per sektor.Tentunya bantuan lebih diarahkan untuk mendorong kegiatan atau usaha produktif dan berdampak luas. Kalau pertama kita memberi ikan, selanjutnya kita akan beri kailnya. Namun, jika sudah mampu, kita dorong UMKM itu bisa membuat kail sendiri," tutur Mustafa menganalogikan.
Dia menambahkan, jika ada BUMN yang kesulitan dan menemui kendala dalam menyalurkan dana PKBL, pemerintah sudah menunjuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Bahana Artha Ventura (BAV). Kedua perusahaan itu selama ini berpengalaman menyalurkan kredit untuk UMKM.Mustafa lantas berharap, penyaluran dana PKBL terus melonjak sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan BUMN.Pada 2009. total laba BUMN mencapai Rp 78 triliun atau melebihi dari target yang ditetapkan sebesar Rp 70 triliun. Tahun ini (2010) kita perkirakan laba BUMN mencapai Rp 92,7 triliun. Dalam lima tahun terakhir, dana PKBL BUMN sudah mencapai Rp 2 triliun per tahun," tutur Mustafa
Sementara itu, Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga mengatakan, alokasi dana PKBL Jamsostek terus meningkat. Bahkan dari keuntungan tahun buku 2008 dan 2009, Jamsostek menyisihkan 10 persen dari keuntungan untuk PKBL. Untuk tahun buku 2008. laba bersih Jamsostek mencapai Rp 1.1 triliun dan 2009 sebesar Rp 1,07 triliun."Selain PKBL, Jamsostek juga mengalokasikan dana peningkatan kesejahteraan peserta (DPKP), seperti untuk bantuan pinjaman uang muka perumahan, beasiswa untuk anak peserta, dan bantuan lainnya. Jamsostek juga terus meningkatkan perannya dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan melalui dana PKBL ini," tuturnya. (ans)
Sumber : Suara Karya , 25 Maret 2010
Video Streaming








