Desa harus kembangkan industri pengolahan

Kementerian Pertanian meminta petani mengembangkan industri pengolahan di pedesaan guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk mereka dalam upaya menghadapi perdagangan bebas.
Dirjen
Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian,
Zaenal Bachruddin mengatakan jika petani masih mengandalkan produk
dalam bentuk mentah atau gelondongan, akan kalah bersaing dengan produk
serupa negara lain yang lebih efisien dan telah melewati sentuhan
teknologi.
“Oleh karena itu diperlukan sentuhan teknologi
pengolahan seperti `gradding` dan `packaging` dan sebagainya,” katanya
ketika berbicara dalam Temu Usaha Pengembangan Industri UKM Pertanian
dengan Pola Insentif, di Jakarta, hari ini (kamis, 18/12).
Terlebih lagi, lanjutnya, menghadapi diberlakukannya perjanjian
perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) mulai Januari 2010, maka produk
pertanian Indonesia dituntut memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Industri perdesaan, menurut Zaenal, harus mampu menghasilkan produk
yang mampu mengisi kebutuhan dalam negeri sehingga pasarnya tidak
direbut oleh produk luar.
Selain itu, produk yang dihasilkan
harus mampu menjadi pengganti atau substitusi produk impor. Di sisi
lain, produk pertanian juga harus dikembangkan untuk mampu mengisi
peluang ekspor.
Dia mengatakan tak hanya diperlukan sentuhan
teknologi untuk meningkatkan daya saing produk pertanian dalam negeri
di pasar internasional, tetapi produk tersebut juga harus bersertifikat
baik untuk komoditas pengan segar maupun olahan.
Produk yang
akan diekspor harus memenuhi persyaratan praktek budi daya yang baik
(GAP), praktek penanganan yang baik (GHP) maupun praktek pemasaran yang
baik (GM). “Ketentuan tersebut juga akan diberlakukan untuk produk
impor yang akan masuk ke negara kita, selain itu juga dilihat dari sisi
kehalalan, ” katanya.
Pemerintah juga akan memberlakukan
wajib SNI (standar nasional Indonesia), Register maupun HCCP untuk
produk pertanian sebelum masuk ke pasar internasional. (ans)
Sumber : web.bisnis.com
Berita "Artikel UMKM" Lainnya
BUMN Salurkan Dana PKBL Rp 2,6 T |
Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan |
Di setiap gerai Carrefour dibentuk Pojok Rakyat |
6 Perusahaan Australia investasi pembibitan sapi |
BUMN Bina 65.000 UMKM |
Video Streaming








