Kemenkop minta tambah dana Rp 1,7 triliun

Kementerian Negara Koperasi dan UKM akan mengajukan tambahan anggaran Rp 1,7 triliun melalui APBN Perubahan untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan SDM pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM).
Penambahan
anggaran melampaui dana operasional Kementerian Koperasi dan UKM itu
yakni sebesar Rp733 miliar diprioritaskan khusus untuk menghadapi
persaingan global dalam pelaksanaan perdagangan bebas Asean dengan
China (Asean China Free Trade Agreement/ACFTA).
"Kami sedang
melaksanakan proses pengajuan usulan tersebut," papar Menteri Negara
Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan seusai membuka rapat koordinasi
terbatas (rakortas) yang diikuti 33 kepala Dinas Koperasi dan UKM
provinsi di Jakarta Pusat, kemarin.
Penambahan anggaran itu juga
dialokasikan bagi pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan usaha
maupun peningkatan pembangunan/re-vitalisasi pasar tradisional. Namun,
APBN-P tersebut belum bisa dipastikan positif akan diterima Kementerian
Keuangan.
Sjarifuddin Hasan berjanji jika jumlahnya maksimal
sesuai dengan pengajuan, maka secara sistemamtis akan banyak daerah
yang menerimanya. Sebab, menurut dia, APBN-P dialokasikan untuk
menyentuh semua pengembangan usaha maupun program yang mampu memberi
nilai tambah bagi KUMKM.
Yang pasti, lanjutnya, pemerintah pusat
telah menjadikan instansinya sebagai lembaga pemberdayaan untuk
meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan.
"Tugas itu sekarang ada di tangan kita, karena itu momentum rapat
koordinasi maupun sejenisnya kami upayakan selalu menghasilkan solusi."
Penyalur pupuk
Sjarifuddin
Hasan menegaskan instansinya juga telah memperjuangkan agar koperasi
dapat kembali menjadi penyalur pupuk, setelah distribusi penyubur
tanaman pertanian itu saat ini dilakukan oleh distributor swasta yang
berorientasi bisnis, bukan bagi kepentingan petani yang merupakan
anggota koperasi.
"Kami meminta agar setiap daerah mempersiapkan
koperasinya dengan selektif untuk melaksanakan tugas distribusi,"ujar
Sjarifuddin Hasan.
Menteri menginstruksikan pada pertengahan 2010 rakortas dilaksanakan lagi.(ans)
Sumber : Bisnis Indonesia, www.depkop.go.id
Berita "Pebiayaan UMKM" Lainnya
HIPMI Usulkan Kenaikan Batas Pajak UMKM |
KUR berpotensi digelar di Papua |
Kemenkop akan optimalkan gerakan koperasi |
BCA Targetkan Kredit UMKM Rp 3,3 Triliun di 2010 |
Video Streaming








