Ritel Siap Tampung 30 Persen Produk UMKM

Pengusaha ritel nasional tak keberatan menambah pasokan produknya yang berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga mencapai 30 persen. Namun, pemerintah diminta untuk membantu UMKM memperbaiki standar mutu dan kualitas pengemasan produknya
Kesiapan
ritel menampung produk UMKM itu disampai kan oleh Ketua Umum Peng usaha
Ritel Indonesia (Ap rin do), Benjamin J Mailool. Ke bi jakan ini
diharapkannya dapat membantu UMKM untuk memperluas produknya. ''Kami
menyambut baik peningkatan pemasok dari UMKM,'' ujarnya di Jakarta,
akhir pekan lalu.
Benjamin berjanji akan mengajak asosiasi yang
dipimpinnya un tuk bekerja sama dengan UMKM khususnya untuk memperbaiki
kemasan (packaging) pro duk UMKM dan pem biayaannya. Dia juga berjanji
bakal mem berikan perlakuan khusus bagi pemasok UMKM seperti adanya
kebebasan pendaftaran menjadi pemasok dan tata cara pembayarannya.
''Ritel bukan hanya pedagang, tapi juga distributor,'' ujarnya.
Semua
upaya tersebut, Ben jamin harapkan dapat meningkatkan semangat
keberpihakan kepada UMKM dan produk buat an negeri sendiri. Kian be
sarnya produk UMKM yang di tampung ritel, lanjutnya, juga akan
memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih produk yang
dibelinya. ''Jaringan toko kami ada 10 ribu di seluruh Indonesia. Kami
optimis tis 30 persen ini bisa dicapai,'' yakinnya.
Hanya saja,
Benjamin menyatakan, nantinya tidak seka ligus UMKM dapat masuk dan men
jual produknya di ritel modern. Dia berharap pemerintah ju ga
memberikan perhatian khusus kepada UMKM dalam pe ningkatan kualitas
kemasan serta standar mutunya. UMKM, ujarnya, perlu terus mening kat
kan kualitas kesehatan, kemasan, merek, label, dan mutu produknya.
Kesiapan
ritel modern me nam bah pasokan produk UM KM tak lepas dari tantangan
yang diberi kan Menteri Per dagangan Mari Elka Pangestu. Sebelumnya,
Men dag menantang peritel untuk me naik kan pasokan produk UMKM yang
saat ini berkisar 10 persen men jadi 30 persen. ''Saya kasih tantangan
untuk peritel, kalau saat ini kira-kira ada 10 persen ba rang UKM di
seluruh hipermarket, kita ting katkan jadi 30 per sen,'' katanya.
Sekjen
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ngadiran, menyambut
baik kesanggupan ritel modern menampung produk UMKM hingga 30 persen.
Namun, dia menganggap, diperlukan adanya bimbingan secara intensif
mengenai standardisasi serta ban tuan permodalan bagi pe ng usaha pasar
tradisional agar dapat memasok secara ber ke sinambungan.
Ngadiran
mengungkapkan, kesu litann bagi UMKM dan pedagang pasar yang dirasakan
selama ini adalah mendapatkan sertifikasi dari ritel agar bisa me masok
barang nya. ''Peda gang pasar dan UMKM membu tuhkan bimbingan teknis
ter kait standar yang dipatok oleh ritel, seperti pengemasan dan kua
litas barang,'' ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (14/2).
Selain
itu, Ngadiran melanjutkan, bantuan permodalan juga sangat dibutuhkan
agar pe dagang pasar dan UMKM dapat memenuhi target produksi yang
diminta oleh pengusaha ritel. Menurutnya, pedagang pasar dan UMKM masih
kerap kesulitan mengakses modal di bank karena tak mempunyai agunan.
Karena itu, dia akan berkomunikasi dengan asosiasi pengusaha ritel agar
mempermudah syarat dan standardisasi barang. ''Semoga nantinya ada
jalan keluar terkait hal ini,"harapnya. (ans)
Sumber : republika.co.id
Berita "Artikel UMKM" Lainnya
BUMN Salurkan Dana PKBL Rp 2,6 T |
Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan |
Di setiap gerai Carrefour dibentuk Pojok Rakyat |
6 Perusahaan Australia investasi pembibitan sapi |
BUMN Bina 65.000 UMKM |
Video Streaming








