Kunjungan Obama Harus Berdampak Pada Investasi

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)
berharap kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama bulan
Maret 2010 nanti dapat meningkatkan kerjasama Indonesia-AS. Selain
kerjasama pertahanan, kerjasama untuk peningkatan investasi di sektor
minyak dan gas bisa menjadi pilihan.
Ketua
Hipmi Erwin Aksa mengatakan beberapa industri yang sangat dibutuhkan
adalah pembangkit tenaga listrik yang saat ini banyak mendapat dukungan
dari China.
"Ada persepsi dari pengusaha Amerika yang melihat
Indonesia bukan negara investasi yang bagus, karena banyak investasi AS
yang merasa dirugikan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin
(8/2/2010)
Untuk itu kata dia pemerintah harus bisa membenahi
citra tersebut, sehingga AS bisa melihat Indonesia mempunyai persepsi
investasi yang baik.
Dikatakan AS memang tidak memiliki
ketergantungan ekonomi yang besar terhadap Indonesia sehingga dibanding
negara lain seperti Jepang dan China, investasi, dan bantuan
pembangunan yang diberikan Amerika hanya sedikit.
"Untuk itu Indonesia harus lebih agresif, agar ada investasi terutama untuk industri teknologi tinggi dan pertahanan," katanya.
Erwin
juga berharap kunjungan nanti juga bakal meningkatkan kerjasama ekonomi
untuk peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) nasional terutama
untuk meningkatkan ekspor dan impor.
(hen/dnl)
Berita "Artikel UMKM" Lainnya
BUMN Salurkan Dana PKBL Rp 2,6 T |
Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan |
Di setiap gerai Carrefour dibentuk Pojok Rakyat |
6 Perusahaan Australia investasi pembibitan sapi |
BUMN Bina 65.000 UMKM |
Video Streaming








