Market Flash eTrading

Jakarta - Dow Jones: Bursa saham US menguat setelah
dipicu spekulasi bahwa Uni Eropa akan memeberikan solusi terhadap
defisit anggaran Spanyol dan Yunani. Kenaikan bursa juga dipicu oleh
penurunan kerdit konsumsi di US yang dibawah ekspektasi ekonom.
Kredit
konsumsi di US hanya turun US$ 1.7 milyar, lebih kecil dari estimasi
ekonom yang mencapai US$ 10.8 milyar. Indeks S&P 500 (+0.3%) ke
level 1,066 dan indeks Dow Jones Industrial Average (+0.3%) ke level
10,012. Saham yang naik antara lain Intel Corp. (+2.37%), Cisco System
(+2.33%) dan Alcoa Inc (+2.09%).
Regional Pagi: Nikkei 225 turun
di bawah 10,000 pada Senin pagi di Tokyo, menyentuh ke level intraday
terendah dalam hampir 2 bulan, dengan merosotnya sejumlah saham
eksportir dan shipper. Pelemahan terjadi setelah euro melemah terhadap
yen ke 1 tahun terendah di tengah kekhawatiran terhadap gagal bayar
utang sejumlah negara Eropa.
Saham Mitsui O.S.K. Lines Ltd dan
Nippon Yusen K.K masing-masing turun 0.9%. Canon Inc (-1.6%) dan Nikon
Corp (-2.1%). Sementara, bursa Australia dibuka menguat, menyusul
sinyal positif dari Wall Street. Penguatan dipimpin oleh menguatnya
sejumlah saham tambang. Nikkei 225 turun ke level 9,952.64, level
terendah sejak 11 Desember Kospi (-0.3%) 1,563 S&P/ASX 200 (+0.47%)
4535 STI (+0.3%) 2690
Commodity: Harga minyak mentah untuk
pengiriman bulan maret naik 95 sen (+1.3%) menjadi US$ 72.14/barek.
Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi bahwa persediaan wholesale US akan
meningkat untuk 3 bulan berturut-turut. Crude oil (+0.7%) $71.7/bbl,
Gold (+0.1%) $1.068/oz, CPO (+0.5%) 2.507 RM/MT, Nickel (-3.8%)
$17.050/MT, Tin (-4.5%) $15.450/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Asumsi Makro APBN 2010 Siap Dirombak
Pemerintah
memastikan merombak seluruh asumsi makro dan postur anggaran dalam APBN
2010 karena mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun
ini. Menteri Keuangan menuturkan asumsi APBN 2010 akan seluruhnya
dirombak, a.l. harga minyak, nilai tukar rupiah, suku bunga dan
inflasi. Adapun untuk pertumbuhan ekonomi, dia tidak memerinci revisi
targetnya.
Economic: Target Ekspor Tahun Ini Naik 7% Sampai 8%
Pemerintah
menaikan ekspor nonminyak dan gas bumi tahun 2010 ini naik 7-8%
ketimbang tahun lalu yang mencapai sebesar US$97,47 miliar. Sedangkan
target nilai ekspor nonmigas di 2014 melejit sampai 14,5-16,5%
dibandingkan tahun 2008.
Economic: Nilai Aset Negara Bertambah menjadi Rp531 T
Tambahan
kekayaan negara yang belum tercatat senilai total Rp267 triliun. Angka
tersebut merupakan hasil inventarisasi dan penilaian ulang selama
Januari 2010 saja.
Economic: Pemerintah Bayar Utang Luar Negeri Rp 80 Triliun di 2010
Pemerintah
akan membayar utang luar negeri hingga US$ 8,270 miliar atau sekitar Rp
80 triliun pada tahun 2010. Angka itu terdiri dari pokok utang sebesar
US$ 5,754 miliar dan bunga US$ 2,517 miliar. Untuk tahun 2011,
pemerintah akan membayar utang luar negeri US$ 7,474 miliar yang
terdiri dari pokok utang US$ 5,127 miliar dan bunga utang US$ 2,347
miliar. Berdasarkan data dari Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu,
pemerintah tercatat memiliki utang sebesar US$ 169,13 miliar atau
setara dengan Rp 1.589,78 triliun. Utang tersebut terdiri dari pinjaman
US$ 64,93 miliar dan surat berharga US$ 104,2 miliar.
Economic: Emisi Bond Korporasi Melonjak
Sejak
awal 2010, penerbitan obligasi rupiah dan dolar AS dari korporasi
Indonesia mencapai Rp 11,54 triliun, atau naik 424,58% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,2 triliun. Lonjakan
tersebut berasal dari korporasi yang bergerak di sektor usaha minyak,
gas, dan energi seperti PT Star Energy yang baru menyelesaikan book
building obligasi US$ 350 juta dengan menarik permintaan US$ 1,1 miliar
dari investor global dengan 11,5%.
Economic: BEI Segera Luncurkan Covered Warrants
BEI
berencana meluncurkan covered warrants pada 1H10. Instrumen investasi
itu bakal dirilis bersama 2 produk derivatif lainnya, Exchange Traded
Fund (ETF) dan Kontrak Opsi Saham (KOS). Otoritas bursa memutuskan
untuk meluncurkan produk-produk derivatif tersebut seiring pulihnya
kembali pasar modal.
Economic: Bapepam Cabut Izin Usaha Manajer Investasi pada 2 Perusahaan Efek
Bapepam
LK mencabut izin usaha manajer investasi pada 2 perusahaan efek yaitu
PT Danpac Asset Management d/h. PT Danpac Investama dan PT Brahma
Capital.
Corporate news
CPRO: Petambak Plasma Desak CP Prima Lepas Dipasena
Para
petambak plasma mendesak manajemen CPRO segera menjual aset Bumi
Pertambakan Dipasena yang dikelola oleh PT Aruna Wijaya Sejati.
Petambak menilai tidak mungkin melakukan revitalisasi tambak tanpa
adanya investor baru. Ketua Umum Perhimpunan Petambak Plasma Udang
Windu (P3UW), Nafian Faiz menyatakan sejak dialihkannya kepemilikan
Aruna Wijaya kepada CPRO tahun 2007, situasi perusahaan menjadi kacau.
Salah satunya persoalannya adalah CP Prima gagal melakukan revitalisasi
tambak udang tersebut.
BTPN: Kredit Tumbuh 50%
Pertumbuhan
kredit PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) diperkirakan mencapai
50% pada tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sepuluh kali lebih besar
dibanding pertumbuhan kredit industri perbankan nasional berkat
keberhasilan manajemen membidik segmen kredit mikro. Saat ini aset BTPN
telah mencapai Rp22 triliun. Mayoritas kredit sebanyak 85% diberikan
untuk pensiunan dan 15% ditujukan untuk nasabak UMKM.
SGRO: Kapasitas Produksi Akan Naik 15%
Tambahan
kekayaan negara yang belum tercatat senilai total Rp267 triliun. Angka
tersebut merupakan hasil inventarisasi dan penilaian ulang selama
Januari 2010 saja.
EXCL: XL Siap Lunasi Utang Rp1,1 Triliun
PT
XL Axiata Tbk (EXCL) tahun ini akan melunasi seluruh utang jatuh tempo
senilai Rp1,1 triliun. Angka itu lebih rendah dibandingkan total utang
yang dilunasi pada 2009 sebesar Rp5,2 triliun. Perseroan mencatatkan
total utang akhir tahun lalu sebesar Rp13,5 triliun dibandingkan
periode sama tahun sebelumnya Rp18,7 triliun. Utang jatuh tempo yang
bakal dilunasi tahun ini diantaranya utang kepada PT Bank Mizuho
Indonesia senilai US$50 juta.
DGIK: Incar Pendapatan Rp1,52 Triliun
PT
Duta Graha Indonesia Tbk (DGIK) menargetkan kenaikan pendapatan
sepanjang 2010 sekitar 12-17% dibandingkan realisasi tahun lalu.
Pendapatan diperkirakan berkisar Rp1,45-1,52 triliun. Optimistis
pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan anggaran pemerintah
untuk proyek infrastrukur sekitar Rp9,7 triliun.
BBRI: Selesaikan Satu Uji Tuntas Akuisisi Bank
BRI
telah menuntaskan uji tuntas (due diligence) terhadap satu bank
nasional yang akan diakuisisi pada 1H10, sedangkan satu bank lainnya
masih dalam tahap negosiasi. Namun, Direktur BRI Sofyan Basir
mengatakan belum dapat menyebutkan nama bank yang akan diakuisisi,
karena belum mendapat persetujuan dari pemegang saham bank terkait.
GZCO: Targetkan kenaikan pendapatan
GZCO
menargetkan bisa mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar Rp500 miliar
pada 2010, menyusul bertambahnya lahan yang memberikan hasil produksi
CPO. Laba bersih tersebut naik jika dibandingkan dengan perolehan
selama 2009 sebesar Rp407 miliar.
ELTY: Targetkan Rp 200 Miliar dari Jalan Tol
PT
Bakrieland Development Tbk memproyeksikan dapat memperoleh tambahan
pendapatan sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar pada tahun ini,
menyusul pengoperasian jalan tol ruas Kanci-Pejagan.
DOID: Alokasikan capex US$150 juta
DOID
mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$150
juta atau sekitar Rp1,42 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan
digunakan untuk perawatan serta pembelian peralatan yang baru. Untuk
memenuhi kebutuhan itu, perseroan akan mengambil dari sumber dana
internal maupun eksternal.
BCIP: Belanjakan Dana IPO Saham Rp39,3 M
BCIP
telah menggunakan dana hasil IPO senilai Rp39,3 miliar. Penggunaan dana
untuk ekspansi usaha perseroan. BCIP meraup dana hasil IPO sebesar Rp55
miliar. sedangkan sisa dana hasil IPO saham mencapai Rp15,7 miliar
belum direalisasikan pemanfaatannya.
BKSL: Batas Kuorum RUPSLB Turun Jadi 53%
Bapepam
LK akhirnya menurunkan batas kuorum RUPSLB BKSL menjadi 53% dari
ketentuan 75%. Penurunan itu dilakukan karena BKSL gagal mendapat
persetujuan terkait rencana pernerbitan saham baru dan akuisisi PT
Bukit Jonggol Asri, karena dua kali RUPSLB tidak kuorum.
IPO: Pemodal Domestik Mayoritas Serap IPO Saham PP
PT
PP (Persero) Tbk mengalokasikan sebagian besar IPO saham perseroan
kepada pemodal domestik. Jumlah pesanan saham yang masuk mencapai 1,7
kali dari total saham yang ditawarkan sebanyak 1,039 miliar unit dengan
harga Rp560 per saham. PP mengincar kenaikan pendapatan sepanjang
2010menjadi Rp6,8 triliun, dibandingkan estimasi 2009 senilai Rp4,28
triliun.
Rumor
PT Dayaindo Resources
Tbk (KARK) dikabarkan segera mengakuisisi produsen batubara di
Kalimantan. Perseroan akan right issue senilai Rp2 triliun. Perseroan
disebut-sebut sudah mendapatkan pembeli dari Jepang dan India yang
tertarik akuisisi tambang di Indonesia. Harga KARK berpeluang menuju
Rp140-150.
Harga saham PT Energi Mega Tbk (ENRG) dikabarkan
bakal diangkat menuju Rp225-230 dalam jangka pendek. Keberhasilan
perseroan mendapat proyek pasokan gas ke PLN akan menjadi momentum
kenaikan harga ENRG. Selain itu, bakal bertambahnya kepemilikan PT
Bakrie&Brother Tbk (BNBR) setelah right issue dan akuisisi Blok
Masela turut menopang menguatan harga ENRG.
Corporate Action
Hari ini (8/2), cum date dividen H M Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 150. Ex date (9Feb10)
Technical Picks
- IHSG (2.518) - BUY
- BBRI (7250) - BUY
- ASII (34350) - BUY
- TLKM (8950) - BUY.
(etr/qom)
Berita "Artikel UMKM" Lainnya
BUMN Salurkan Dana PKBL Rp 2,6 T |
Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan |
Di setiap gerai Carrefour dibentuk Pojok Rakyat |
6 Perusahaan Australia investasi pembibitan sapi |
BUMN Bina 65.000 UMKM |
Video Streaming








